Home » Info » Solo Batik Carnival – Ragam Batik dan Keistimewaannya

Solo Batik Carnival – Ragam Batik dan Keistimewaannya

Solo merupakan salah satu tempat di wilayah Jawa Tengah yang sebenarnya bernama Kota Surakarta. Sejarah mengatakan bahwa Solo berasal  dari nama sebuah desa yaitu Sala yang berdiri di wilayah keraton Surakarta pada abad ke tujuh belas.

Oleh karena itu, penulisan kata Solo yang tepat sebenarnya adalah Sala. Perubahan penulisan sala menjadi solo konon karena pengaruh masuknya orang Belanda ke Indonesia.

Mereka salah melafalkan kata sala menjadi solo sehingga banyak masyarakat sekitar yang mengikutinya lalu semakin hari semakin terbiasa penyebutan sala menjadi solo.

Solo meskipun kota yang tergolong kecil di Jawa Tengah dibandingkan dengan Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi namun sangat memiliki potensi yang cukup tinggi sebagai objek wisata nasional maupun internasional.

Hal tersebut ditunjang karena Solo dapat dikatakan sebagai kota Budaya. Salah satu Budaya yang terkenal di Kota Solo adalah seni batik dan juga keragaman hotel di Solo yang sangat budget friendly.

Sejak zaman dahulu, batik telah banyak mendongkrak ekonomi masyarakat Jawa salah satunya Solo meskipun ada pasang surutnya. Kampung Batik Laweyan adalah salah satu lokasi pengrajinnya.

Solo sangat mengapresiasi seni Batik dalam segala hal, bahkan transportasi darat yang dikelola pemerintah Surakarta bernama Bus Batik. Selain itu di sana juga ada sebuah Sekolah Menengah Atas yang bernama SMA Batik 1 Surakarta. SMA tersebut merupakan SMA swasta yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Batik Batari. Beberapa hotel di Surakarta juga sangat kental dengan nuansa Batik dalam design interior nya.

Ada juga museum batik terbesar yaitu Museum Danar Hadi. Di dalam museum tersebut terdapat koleksi batik sebanyak kurang lebih 11.000 buah terdiri dari koleksi batik zaman Belanda masuk ke Indonesia hingga kini meskipun yang dipamerkan hanya sekitar enam ratusan kain batik.

batik carnival solo

Tentu saja tidak ketinggalan, di Solo ada sebuah pasar yang sangat terkenal di Indonesia yaitu Pasar Klewer sebagai sentra perdagangan batik.

Bentuk apresiasi lain kota Solo selain hal-hal yang disebutkan di atas adalah sebuah even batik Internasional yang didukung oleh Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Pariwisata Kota Surakarta.

Event yang awalnya diselenggarakan pada tahun 2008 tersebut adalah Karnaval Batik Solo atau biasa pula disebut Solo Batik Carnival. Pada even tersebut peserta akan berjalan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi dengan masing-masing gaya berbusana. Tentunya dalam berbusana tersebut bahan utama pembuatan kostum harus dengan kain batik.

Sejak awal pertama dilakukan biasanya Solo Batik Carnival berlangsung pada bulan Juni atau Juli di setiap tahun. Masing-masing tahun memiliki tema yang berbeda-beda antara lain:

2008 : Merupakan awal dari penyelenggaraan ini. Tidak ada tema khusus yang ditetapkan oleh panitia.

2009 : Topeng

Di dalam tema tersebut ada tiga jenis topeng tradisional yang diusung yaitu Topeng Panji, Kelana dan Gecul. Ketiga topeng tersebut merupakan lambang dari Raja atau Ratu, Ksatria, dan para hamba sahaya.

2010 : Sekar Jagad

Arti dari Sekar Jagad adalah kembang dunia. Tema tersebut memiliki makna untuk tetap menjaga lingkungan agar tetap asri dan nyaman menjadi tempat tinggal di bumi ini. Peserta memvisualisasikannya menjadi kostum dengan beragam keindahan flora dan fauna.

2011 : Keajaiban Legenda

Andhe-Andhe Lumut, Rara Jongrang, Ratu Pantai Selatan, dan Ratu Kencana Wungu merupakan tokoh-tokoh legenda yang menjadi icon pada tahun 2011. Ada empat kelompok yang dinamakan seperti tokoh-tokoh di atas dan sebagai peserta khusus hadir dari orang-orang terkenal seperti Nadine Alexandera Dewi,  (Puteri Indonesia), Inda Adeliani (Puteri Intelegensia), Alessandra K Usman (Puteri Pariwisata), dan Reisa Kartikasari (Puteri Lingkungan). Pada tahun ini pula pertama kali acara Solo Bati Carnival  pertama kali dilakukan pada malam hari, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang pelaksanaannya pada siang hari.

solo-batik-carnival

2012 : Metamorfosa

Pada tahun 2012 pengangkatan tema metamorfosa terinspirasi dari proses pembuatan kain batik. Bukan hanya perubahan pada serangga, empat tahap mulai dari kain polos, pemberian malam, pewarnaan hingga menjadi sebuah kain batik indah yang layak digunakan dianggap sebagai sebuah bentuk metamorfosa.

2013 : Earth to Erth

Penggambaran dari tema pada tahun 2013 adalah keselarasan antara air, angin, api dan bumi.

2014 : The Majestic Treasure

Maksud dari tema pada tahun 2014 adalah harta karun yang megah. Harta karun dalam hal ini adalah batik itu sendiri. Batik sebagai warisan budaya tak benda merupakan suatu barang langka yang dimiliki bangsa Indonesia memiliki kemegahan tersendiri. Hal tersebut tentu saja membuat batik menjadi hal yang sangat perlu untuk diwariskan.

2015 :Mancavarna The Soul of Holy Circle

Dalam Bahasa Jawa tema tersebut diambil dari falsafah Jawa“Papat Kiblat Lima Pancer”. Tema ini benar-benar memiliki ajaran  nilai-nilai hidup manusia. Papatkiblat yang artinya empat kiblat menggambarkan empat penjuru mata angin. Di keempat arah tersebut ada berbagai piihan termasuk nafsu pada diri manusia. Kemudian Lima Pancer adalah pusat ke lima yaitu diri manusia itu sendiri. Sehingga sebagai pusat manusia harus bisa mengendalikan nafsunya tersebut.

2016 : Mustika Jaya Dwipa

Pada tahun 2016 Solo Batik Carnival mengangkat tema yang artinya mustika dari pulau Jawa. Mustika yang artinya pusaka merupakan sebuah benda yang sangat tak ternilai. Benda tersebut dapat dimaksudkan sebagai batik. Batik sebagai warisan leluhur memiliki beragam filosofi dan sarat akan tatanan nasihat kehidupan.

2017 : Astamurti Kawijayan

Bisa dikatakan pada tahun 2017 tema yang diangkat ingin mengangkat budaya jawa agar lebih dikenal. Secara bahasa Astamurti Kawijayan berarti Kemuliaan Budaya Jawa.

Representasi dari tema tersebut adalah bahwa budaya Jawa merupakan budaya yang agung, megah dan indah. Hal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah pada tahun 2017 para peserta akan mengilustrasikan cerita pada lakon wayang kulit secara khusus. Sehingga para peserta bukan hanya parade berjalan.

Berbagai keunikan hampir ada dalam setiap tahun.Tema-tema tersebut harus diaplikasikan oleh para desainer menjadi kostum yang mewah dan menarik. Penata busana tidak bisa asal merangcang, setiap detail ornamen masing-masing kostum memiliki filosofi tersendiri.

AcaraSolo Batik Carnival melibatkan ratusan orang untuk berpartisipasi sebagai penampil. Bahkan bukan hanya dari warga Solo saja, ada kota-kota lain yang turut terlibat seperti Jember, Cirebon dan masih ada kota-kota lain. Sedangkan jumlah penontonnya sendiri bisa mencapai ribuan orang.

Pemerintah Solo jelas melibatkan kota Jember karena sesungguhnya Solo Batik Carnival memang terinspirasi dari Jember Fashion Carnival. Pada saat presiden Indonesia Joko Widodo masih menjabat menjadi walikota Solo, beliau mengundang Dynan Fariz sebagai penggagas Jember Fashion Carnaval untuk membantu pelaksanaan Solo Batik Carnival untuk yang pertama.

Hal tersebut dilakukan untuk mendongkrak wisatawan lokal maupun manca negara agar mau berkunjung ke Solo secara rutin. Selain itu juga untuk mengangkat citra Solo sebagai Kota Batik sedunia. Melalui acara Solo Batik Carnival yang diselenggarakan setiap tahunnya membuat Solo semakin dikenal sebagai kota batik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

3 × four =