Home » Info » Menikmati musik Jazz Gunung di Bromo

Menikmati musik Jazz Gunung di Bromo

Gunung Bromo memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Selain pemandangan alamnya yang indah, ternyata Bromo memiliki berbagai event yang unik. Salah satu even yang selalu ditunggu adalah Jazz Gunung di Bromo.

Sejarah Jazz Gunung Bromo

Jazz Gunung adalah event musik jazz yang diselenggarakan setiap tahun. Acara ini digagas oleh tiga orang seniman yaitu, Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa, dan Djaduk Ferianto. Tujuan diselenggarakan event ini adalah untuk mendekatkan penikmat musik jazz dengan alam.

Ketiga penggagas event ini paham bahwa Indonesia punya keunggulan alam dan seni budaya. Akhirnya terciptalah sebuah visi untuk menonjolkan musik jazz etnik.

Jazz Gunung pun akhirnya sukses menjadi festival internasional seni budaya andalan pariwisata Indonesia.

Jazz Gunung di Bromo pertama kali diadakan pada tahun 2009. Event terbaru Jazz Gunung pada 18 -19 Agustus 2017 lalu adalah event kesembilan.

Pagelaran ini berokasi  di Jiwa Jawa Resort Bromo, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Amfiteater dengan background keindahan alam pegunungan Tengger sengaja dipilih untuk menyatukan jazz dengan alam.

Merubah Bromo Menjadi Bernuansa Jazzy

Jazz Gunung di Bromomerupakan festival jazz yang bertaraf internasional. Festival ini berhasil menciptakan nuansa jazzy di daerah wisata Gunung Bromo. Sejak awal, Jazz Gunung di Bromo disebut sebagai festival jazz terbaik dan unik.

Keberhasilan memadukan musik jazz dengan keindahan alam menjadi alasannya.

Dimulai Lebih Awal dari Tahun Sebelumnya

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Jazz Gunung Bromo 2017 dimulai lebih awal. Gerbang telah dibuka sejak pukul 15:00 WIB, saat udara pegunungan masih terasa hangat.

Penonton menjadi diuntungkan karena bisa mengambil foto arena jazz dengan pemadangan yang masih jelas. Panggung berlatar belakang pegunungan, pepohonan, serta deretan awan sore menambah indahnya hasil jepretan foto.

Penghargaan Untuk Tokoh Jazz

Sudah dua tahun terakhir festival ini desertai dengan penganugerahkan penghargaan kepada tokoh jazz. Penghargaan ini ditujukan bagi mereka yang berkontribusi besar pada kemajuan musik jazz di Indonesia.

Tahun lalu yang memperoleh anugerah ini adalah almarhum Ireng Maulan. Untuk tahun ini penghargaan diberikan kepada Jack Lesmana. Ayah dari Indra Lesmana yang juga seorang musisi jazzini dianggap “Bapak” oleh musisi jazz.

Konsep Panggung Unik dan Spektakuler

Festival Jazz Gunung di Bromomengusung konsep panggung yang spektakuler dan unik. Konsep panggung terbuka berlatar belakang jajaran Pegunungan Pundak Lembu serta Gunung Ringgit membuatnya unik.

Di sini, pengunjung akan dimanjakan oleh alunan lembut musik jazz yang berpadu dengan sejuknya Bromo.

Pengunjung tidak akan menemukan gedung megah, kursi empuk, dan sekat antara penonton, musisi, serta alam. Konsepnya memang dibuat sealami mungkin. Arena pertunjukan yang berlantai tanah dan beratap langit, meleburkan pengunjung dengan alam.

 

Pameran Fotografi

Tidak hanya konser musik, Jazz Gunung tahun ini juga disemarakkan oleh pameran fotografi. Bertempat di Java Banana Gallery, pameran ini mempertunjukan deretan foto karya Sigit Pramono.

Pemandangan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi tema yang dipilih untuk pameran ini. Di sini, pengunjung juga bisa menikmati museum kamera.

Pada 19 Agustus, di galeri tersebut juga diselenggarakan ‘Pameran Karya Seni, Budaya Jawa: Legenda dan Keseharian’. Berbagai karya dari Budi Santoso, Saepul Bahri, dan Taufan AP dihadirkan di pameran ini.

Dihadiri Musisi Lokal dan Internasional

Festival Jazz Gunung di Bromomengusung konsep musik jazz dan world music. Musisi yang dihadirkan juga bervariasi. Mulai dari musisi dan band yang dikenal luas hingga musisi yang terlahir di komunitas.

Tidak hanya musisi dari dalam negeri, festival ini juga mengundang musisi internasional.Diantaranya adalah Chico Pinheiro dari Brasil serta pemain alat tiup ternama dari Amerika Serikat, Paul McCandless with Charged Particles.

Musisi lokal yang hadir adalah Maliq & D’Essentials, Glenn Fredly, Monita Tahalea, serta Sono Seni Ensemble dan Ring of Fire Project feat Idang Rasjidi dan Soimah.

Dalam festival ini juga ada penampilan istimewa dari Keytar Trio, Indra Lesmana, Sri Hanuraga Trio feat Dewa Budjana Zentuary, Dira Sugandi, dan Surabaya All Stars

Festival Dengan Suhu Ekstrim

Festival ini merupakan satu-satunya festival musik Indonesia yang diselenggarakan di lereng gunung. Berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut, pengunjung akan disambut suhu dingin.

Karena itu, pengunjung harus menyesuaikan kostum dengan udara yang cukup ekstrim.

Tidak hanya itu, cuaca yang berubah-ubah membuat festival ini penuh dengan improvisasi. Terkadang penonton dan musisi akan disambut kabut, gerimis, serta angina. Tapi meski demikian, festival ini tetap memiliki daya tarik bagi para pengunjungnya.

Rute Menuju Jazz Gunung 2017

Bagi Anda yang ingin mengunjungiJazz Gunung, ada beberapa alternatif jalan yang bisa ditempuh. Sebelumnya, Anda sebaiknya menuju Kota Probolinggo terlebih dahulu. Dari Probolonggo, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan transportasi umum.

  • Surabaya–Probolinggo

Anda bisa naik  kereta Mutiara Timur dari stasiun Gubeng Surabaya tujuan stasiun Probolinggo. Lanjutkan perjalanan menuju Terminal Bayu Angga dengan menaiki angkutan umum. Sebelumnya, Anda bisa mengecek jadwal kereta api lewat: http://tiket.kereta-api.co.id.

Anda juga dapat menaiki bus Antar Kota (AKAS) dari terminal Purbaya, Bungurasih. Silakan ambil jurusan Jember atau Banyuwangi, kemudian turun di terminal Bayu Angga, Probolinggo.

  • Malang-Probolinggo

Jika dari arah Kota Malang, Anda bisa naik kereta Tawang Alun dari stasiun Kota Baru, Malang menuju stasiun Probolinggo. Lanjutkan perjalanan ke Terminal Bayu Angga menggunakan angkutan umum. Sebelumnya, Anda bisa mengecek jadwal kereta api lewat: http://tiket.kereta-api.co.id.

Anda juga dapat menggunakan Bus Antar Kota (AKAS dan sebagainya) dari terminal Arjosari, Malang. Kemudian silakan turun di terminal Bayu Angga, Probolinggo.

  • Probolinggo- Lokasi Jazz Gunung (Java Banana Bromo, desa Wonotoro)

Dari terminal Bayu Angga, Probolinggo Anda bisamenaik angkutan desa jurusan Ngadisari. Kemudian turun di depan hotel Java Banana Bromo. Angkutan ini juga melewati hotel Sukapura Permai dan Yoschi dalam perjalanan ke Java Banana Bromo.

Persiapan Menonton Jazz Gunung

Bagi Anda yang ingin menikmati festival Jazz Gunung di Bromo, ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan.

  1. Suhu di Gunung Bromo cukup dingin. Pada bulan tertentu, suhu bisa 5-6 derajat celcius. Jadi sebaiknya Anda mempersiapkan baju yang tebal, jaket, serta aksesoris lainnya, sepertitopi rajut atau kupluk, syal, dan sarung tangan.
  2. Perhatikan jadwal mulainya acara. Tahun ini, festival dimulai lebih awal. Anda jadi memiliki kesempatan mendokumentasikan festival saat hari masih terang. Pastikan baterai kamera dan handphone Anda terisi penuh. Anda tentu tidak ingin kehilangan momen dokumentasi karena baterai Anda habis, bukan?
  3. Karena lokasinya jauh dari mesin ATM, sebaiknya Anda menyiapkan uang tunai yang cukup. Pastikan Anda tidak kehabisan uang saat berada di acara. Karena di sekitar lokasi terdapat banyak stand yang menjual makanan serta minuman. Stand-stand ini pasti akan membuat Anda tergiur. Apalagi didukung oleh cuaca dingin yang mampu membangkitkan rasa lapar Anda.
  4. Jika Anda berasal dari luar Kota Malang atau Surabaya, ada baiknya Anda mempersiapkan paket akomodasi. Panitia sudah menyediakan paket yang bisa Anda pilih. Paket akomodasi meliputi antar-jemput dari Bandara Juanda dan penginapan 3 hari 2 malam di hotel yang berada di sekitar lokasi. Paket ini juga termasuk 2 kali sarapan pagi di hotel, serta merchandise eksklusif. Anda bisa mengecek paket akomodasi di website Jazz Gunung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

19 + 5 =