Home » Info » Keindahan Sangihe Talaud, Dari Alam hingga Festivalnya

Keindahan Sangihe Talaud, Dari Alam hingga Festivalnya

Umumnya orang mengenal keindahan pariwisata di Indonesia khususnya di provinsi Sulawesi Utara hanya hingga batas Manado saja. Padahal ada sebuah tempat yang tidak kalah cantik yaitu Kepulauan Sangihe dan Talaud meskipun letaknya agak lebih jauh dari pulau Sulawesi apalagi dari pusat kota.

Kepulauan ini berada di barat laut pulau Sulawesi berbatasan langsung dengan negara Filipina. Pada mulanya kedua kepulauan ini merupakan satu kabupaten namun mulai tahun 2002 mengalami perubahan. Kedua kepulauan tersebut dipecah menjadi dua yaitu Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Kemudian pada tahun 2007 Kabupaten Sangihe dipecah kembali menjadi dua yaitu Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO). Di dekatnya terdapat pulau Mindanau yang merupakan bagian dari Filipina.

Oleh sebab itu kadang kala ada yang mengira bahwa Kepulauan Sangihe dan Talaud merupakan bagian dari Negara Filipina. Akan tetapi masyarakat di sana cukup telaten menandai batas-batas geografis wilayahnya.

Pada tahun 2007 pula BPS mengadakan sensus dan menemukan bahwa ketiga kabupaten tersebut memiliki pulau berjumlah 168. Dari total pulau tersebut sebanyak 123 pulau belum berpenghuni. Di kabupaten Sangihe terdapat tujuh puluh sembilan pulau, kabupaten Talaud sembilan pulau dan kabupaten Sitaro tiga puluh lima pulau.

Jumlah penduduk yang relatif sedikit  dan posisinya yang cukup jauh tersebut menyebabkan tempat-tempat di sana jarang terjamah oleh tangan nakal manusia. Keindahan pemandangannya sangat alami mulai dari air terjun, gunung, pantai, dan laut sehingga dapat menarik minat wisatawan berkunjung ke sana.

Bagi pengunjung yang menyukai nuansa perbukitan dan gunung, Kepulauan Sangihe menawarkan pemandangan dari Puncak Pusunge. Di sana kita bisa menikmati gugusan pulau-pulau Tinakerang yang membentang luas, Gunung Awu sekaligus matahari tenggelamnya pada sore hari, sebuah teluk dan pemukiman tradisional masyarakat kampung Lenganeng.

Lalu ada pula Gunung Sahendarumang,. Sebagai kawasan ekowisata disana terdapat enam burung endemik Sangihe. Selain Puncak Pusunge masih ada lagi Puncak karuka, Puncak Bango Kahakitang, Gunung Sahendarumang, Bongkong Sio Sesiwung, Puncak Malamenggu dan Bowong Banua Sowaen.

Apabila pengunjung ingin menikmati wisata alam non laut bisa pula mengunjungi Air Terjun Ngurah lawo. Konon air terjun ini merupakan tempat pemandian putri dari khayangan. Selain itu adapula air terjun Kadadima, air terjun Sura Kakewang, air terjun Bala Apapuhang, air terjun Malisade, air terjun Mandoi, air terjun Mangki, air terjun Tedunang, air terjun Kauhis, air terjun Puirang dan masih banyak lagi. Banyak destinasi ini juga dikunjungi oleh paket tour Manado.

Sebagai tempat wisata kepualaun tentu saja wisata pantai adalah sesuatu yang tidak boleh dilewatkan. Puluhan pantai dengan hamparan pasir putih menyebar di wilayah ini seperti pantai Pananuareng,  Pantai Embuhanga, Pantai Belebirang, Pantai Kasaraeng, Pantai Bado, Pantai Desawang,Pantai MarahiSalurang, Pantai Ria, Pantai Kahumata, Pantai Raja, Pantai Daraeng, Pantai Sapaeng, Pantai Enggohe, Pantai Angges, Pantai Banala, Pantai Paghulu, , Pantai Lantehe,Pantai Kapehetang, Pantai Sehang, Pantai Mawira, Pantai Enemanandu, Pantai Apentana,  Pantai Masing, Pantai Dano, Pantai Mangareng, Pantai Salise, Pantai Lembawua, Pantai Tiude, Pantai Hiung, Pantai Sororai Pantai Mala, Pantai Kahanggaeng, Pantai Mategi, Pantai Dolosan, Pantai Tawarang,Pantai Pampakilang, Pantai Kalama dan masih banyak pantai lagi belum memiliki nama.

Jika wisatawan enggan turun ke pantai namun ingin tetap menikmati keindahan pantai beserta matahari terbenamnya bisa pula berjalan melewati Kawasan Boulvard Tahuna.

Kawasan ini merupakan jalan raya sebagai jalur alternatif dengan pemandangan pesona teluk Bahuna. Teluk Tahuna merupakan tempat sangat baik untuk olahraga jet ski. Di sepanjang jalan tersebut berderet penjual aneka jajanan dan rumah-rumah makan.

Bagi sebagian orang, menikmati pantai tanpa menyelam ke dasar laut dirasa kurang lengkap. Salah satu tempat favorite untuk snorkling dan diving terdapat di dekat pulau Mendaku dan Pulau Dakupang.

Selain keindahan trumbu karang beserta ikan-ikannya ada beberapa tempat bersejarah lainnya seperti di lokasi pelabuhan Tua Tahuna terdapat bekas kapal tenggelam dan di Maselihe kecamatan Kendahe terdapat sisa kota yang hilang. Ada yang mengatakan, pada zaman dahulu ketika gunung Awu meletus di tempat tersebut ada sebuah pemukiman yang tergerus oleh tsunami.

Tidak kalah menarik ada sebuah gunung berapi bawah laut di Pulau Mahengetang bernama Banua Wuhu memiliki pemandangan yang unik. Di titik kepundan gunung tersebut terdapat gelembung-gelembung di antara bebatuan pada kedalaman delapan meter. Fenomena semacam ini sangat langka, Banua Wuhu hanya satu-satunya di Indonesia.

Di tempat lain hanya ada di Karabia. Di tempat itu juga terdapat sejumlah lubang yang mengeluarkan air panas. Konon dari lubang-lubang tersebut terdapat lorong bawah laut. Setiap akhir bulan Januari di tempat tersebut diselenggarakan upacara Tulude. Dua minggu sebelum dilaksanakan ritual, sorang tetua adat akan menyelam dan memasukan piring putih berisi emas ke lorong tersebut. Hal ini dipercaya agar Banua Wuhu tidak murka.

Melihat keindahan-keindahan tersebut pemerintah tidak tinggal diam untuk menarik wisatawan agar jumlahnya melunjak. Pada tahun 2015 pemerintah Kabupaten Sangihe mengadakan festival dengan judul Pekan Budaya Sangihe.

Sejumlah kegiatan seni dan permainan tradisional disajikan di sana. Selanjutnya pada tahun 2016 pemerintah mengadakan pula acara serupa dengan nama Festival Pesona Sangihe. Di dalam festival tersebut terdapat berbagai perlombaan, pawai budaya, beragam pameran dan pagelaran musik dan tari khas Sangihe seperti musik oli dan tari Salo.

Pemilihan duta wisata Sangihe yang disebut Ungke dan Momojuga dilakukan saat even ini. Sejumlah artis ibu kota maupun nasional turut memeriahkan Festival Pesona Sangihe seperti Nowela Elizabeth Aupray dan Muhammad Yusuf Nur Ubay. Mereka adalah jebolah ajang pencarian bakat, Indonesian Idol. Bahkan  Nowela merupakan pemenang pertama dalam ajang berbakat tersebut.

Demikian pula di Kabupaten Talaud ada sebuah festival unik seperti Festival Mane’e. Festival ini diadaptasi dari tradisi Mane’e, sebuah tradisi kearifan lokal masyarakat Talaud untuk mengelola sumber daya laut. Pusat pelaksanaannya adalah di sekitar pulau Kokorotan dan Intata.

Tradisi ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali sekitar bulan Mei saat air pasang tertinggi dan air surut terendah. Sebelum dimulai tradisi Mane’e ada sebuah fase dinamakan Eha.

Eha adalah masa larangan masyarakat mengambil hasil laut dan darat antara tiga sampai enam bulan. Bagi warga yang berani melanggar maka akan dikenakan sanksi adat. Pada masa inilah berbagai biota laut berkembang biak dengan baik karena lingkungannya terbebas dari gangguan manusia sehingga hasilnya melimpah.

Pada saat ritual dimulai dengan menebar Sammi yang terbuat dari janur. Sami tersebut dijajarkan membentuk setengah lingkaran.  Para tetua adat sembari melafalkan mantra mereka juga bertugas menjaga ujung-ujung sami tersebut agar foemasinya tidak berubah.

Pada prosesi tersebut warga dan pengunjung yang hadir dilarang mendekat karena dikhawatirkan mengganggu jalannya ritual. Warga meyakini jika ritual tersebut diganggu maka ikan-ikan yang sudah datang akan lepas kembali ke laut. Jika dirasa ritual telah selesai dan waktunya tiba maka para tetua adat akan memanggil para tamu untuk mendekat.

Ditandai dengan pemotongan seekor ikan oleh tetua adat, maka seluruh warga dan pengunjung sudah diperkenankan mengambil ikan bersama. Usai mengambil ikan mereka akan berpesta di pinggir pantai dan menyantapnya bersama.

Segala keindahan di Sangihe dan Talaud sangat sayang jika dilewatkan. Untuk mencapai ke sana saat ini bisa menggunakan pesawat menuju bandara internasional Sam Ratulangi, Manado atau Bandara Melonguane kemudian dilanjutkan dengan kapal.

Selain hotel di Manado, untuk penginapan di sana tersedia resort-resort maupun homestay yang dikelola oleh warga sekitar maupun perusahaan swasta.

One thought on “Keindahan Sangihe Talaud, Dari Alam hingga Festivalnya

  1. Frieda says:

    Mohon info tour di Sangihe, juga harga utk bulan Oktober.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

1 + four =