Home » Info » Festival of Light Kaliurang

Festival of Light Kaliurang

Yogyakarta sudah menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi tujuan favorit wisatawan untuk berlibur. Provinsi ini memiliki lima kabupaten di dalamnya. Tentu saja masing-masing kabupaten memiliki keunikan tersendiri dalam potensi pariwisatanya.

Seperti di kabupaten Sleman, kabupaten ini memiliki lokasi yang dekat dengan gunung Merapi. Apabila wisatawan ingin menikmati keindahan gunung tersebut, di sini sejak zaman kolonial terdapat sebuah tempat bernama gardu pandang.

Jika ingin lebih jelas bisa ada dua menara pengamat untuk menyaksikan kegagahan Gunung Merapi. Selain itu wisatawan juga dapat memanjakan mata dengan melihat hamparan bukit Turgo yang hijau.

Jika kedua pemandangan tersebut dirasa hanya bisa dinikmati saat matahari masih bersinar. Pemerintah bersama PT Cikal Bintang Bangsa tidak kehabisan akal untuk membuat gardu pandang tetap bisa dinikmati pada malam hari.

Melihat kesuksesan Taman Pelangi di Monjali, pertunjukan sejenis ini dibuka kembali di taman gardu pandang sejak tahun 2015 yang diberi nama Festival of Light Kaliurang . Bertepatan dengan liburan anak sekolah, Festival tersebut diselenggarakan sebulan lebih dengan tema Celebration of Lights sejak tanggal 12 Desember 2015 hingga 31 Januari 2016.Romantic Garden - Festival of Light

Sejak di pintu masuk kawasan Kaliurang jajaran lampion sudah menyambut pengunjung.  Taman gardu yang mulanya gelap disulap menjadi lautan cahaya.

Selain pesta lampion di sana wisatawan juga dapat menikmati suguhan musik indie dengan berbagai aliran seperti jazz, reggae, slow rock, hip-hop, dan musik-musik Top 40.

Selain itu masih ada pula Magician contest, pawai budaya dan pesta kembang api. Acara tersebut bisa dinikmati mulai pukul empat sore hingga pukul sebelas malam.

Di ujung tahun 2016 Festival of Light Kaliurang kembali dilaksanakan tepat pada tanggal 8 Desember 2016 hingga 29 Januari 2017 dengan tema The Dragon Castle. Pengunjung akan dibawa seolah-olah merasakan sedang berada di negeri dongeng.

Lampu-lampu dengan berbagai bentuk hewan disajikan di sana, mulai dari burung kakak tua, angsa, burung merak hingga naga dan beragam dinosaurus. Selain itu di antara lampu berbentuk hewan juga ada lampu-lampu berbentung bunga dan miniatur kastle yang juga dalam bentuk lampu menambah cantik lokasi taman gardu pandang.

Pada gelaran kedua festival ini dilaksanakan, desain lampu dibuat oleh penyelenggara dengan desain lebih rapat dari tahun sebelumnya.

Jika tahun pertama dan tahun ke dua Festival of Light Kaliurang selalu dilakukan sebagai penutup tahun sehingga tidak jarang saat acara berlangsung turun hujan pada tahun 2017 festival ini sudah tidak lagi dilaksanakan di penghujung tahun. Acara ini juga sempat menbuat banyak hotel di Jogja kewalahan dengan peningkatan jumlah tamu secara drastis.

Menyambut libur lebaran dan libur anak-anak sekolah, festival ini berlangsung dari tanggal 16 Juni 2017 hingga 31 Juli 2017. Tema yang diangkat pada Festival of Light Kaliurang 2017 adalah “Gemerlap Ramadhan”.  Beragam jenis lampu dan lampion ala Timur Tengah disajikan di sana.

Dancing Fountain merupakan hal yang spesial dari Festival of Light Kaliurang 2017. Ini adalah pertunjukan pertama di Yogyakarta. Pertunjukan unik semacam ini biasanya dapat disaksikan di negara tetangga, Singapura. Dancing Fountain adalah atraksi air menari dengan sorotan lampu. Sorotan lampu tersebut gerak pancarnya mengikuti alunan musik ditambah dengan semburan api, laser dan water screen.

Menurut beberapa pengunjung, untuk menikmati ini disarankan agar tidak terlalu dekat dengan arena pertunjukan karena keunikannya tidak akan terlihat dengan jelas justru malah berpotensi membuat pengunjung basah kuyup terciprat air.

Seluruh rangkaian acara Festival of Light Kaliurang dari tahun ke tahun, tentunya ada satu hal yang tidak boleh dilewatkan oleh pengunjung yaitu berfoto ria. Di sana berbagai spot-spot selfie dapat ditemukan dengan mudah.

Tempat ini sangat cocok menjadi tujuan liburan keluarga. Saat tahun 2015 dan 2016 harga tiket yang ditawarkan adalah sebesar 15.000 rupiah pada hari biasa dan pada akhir pekan sebesar 20.000 rupiah. Tahun 2017 harga tiket mengalami kenaikan, saat hari biasa sebesar harga 25.000 rupiah dan akhir pekan sebesar 30.000 rupiah.

Pada malam penutupan, biasanya pihak penyelenggara tidak diam saja. Agar meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjungnya, penyelenggara mengadakan pesta kembang api. Bahkan pada tahun 2016 disajikan pula atraksi barongsai.

Lenggak lenggok barongsai dalam menari di tengah ribuan cahaya menjadi hiburan bagi pengunjung.

Tidak hanya berisi atraksi lampion-lampion. Di sini juga terdapat berbagai wahana bermain untuk anak-anak seperti komidi putar dan bianglala. Masih di dalam wahana bermain tersebut, jika pengunjung ingin menikmati taman bunga cahaya dari atas, pengunjung bisa menaiki monorel dengan kereta kecil. Kereta ini dapat dinaiki oleh anak-anak maupun orang dewasa namun untuk satu kereta hanya bisa menampung maksimal dua orang.

Setiap penumpang juga harus kuat mengayuh pedal untuk menjalankan kereta tersebut. Meskipun bagi sebagian orang ini bisa membuat lelah namun pemandangan di bawahnya menjadi sesuatu hal yang berharga sebagai penghilang lelah.

Apabila pengunjung merasa lapar dan haus tidak perlu risau karena di sana tersedia berbagai stand yang menyajikan kuliner tradisional maupun modern. Soal harga tentu murah meriah, mulai harga 5.000 hingga 30.000 rupiah pengunjung sudah bisa mengisi perut yang kosong.

Mau makanan dan minuman ringan maupun berat tersedia di sana seperti teh, kopi, wedang ronde, jagung bakar, jadah bakar, bakso, sate kelinci dan beraneka macam jajanan lain.

Tips penting jika ingin menyaksikan Festival of Light Kaliurang adalah jangan sampai lupa membawa jaket mengingat posisinya di lereng gunung merapi akan sangat dingin pada malam hari. Selain itu disarankan datang lebih awal karena biasanya jalan di sekitar festival akan macat dan sedikit sulit mencari lokasi parkir yang tepat.

Kedatangan lebih awal juga membuat pengunjung bisa menikmati keindahan gunung merapi. Apalagi semakin malam area tersebut akan semakin ramai. Spot-spot foto menarik dapat dipastikan mengantri atau bisa juga mengalami “kebocoran” foto.

Maksudnya ada orang lain yang masuk ke dalam frame foto kita padahal tidak dikehendaki. Jangan lupa untuk mendapatkan hasil foto bagus gunakan kamera terbaik yang dimiliki. Minimal kualitas kameranya dapat menangkap ketimpangan cahaya pada malam hari. Akan tetapi jika hanya ingin menikmati keindahan-keindahan di sana juga tidak ada salahnya melanggangkan kaki tanpa memikirkan kamera bawaan.

Untuk mencapai Gardu Pandang cukup mudah, dari pusat kota Yogyakarta wisatawan bisa menuju jalan utama kaliurang bernama Jalan Kaliurang atau biasa disingkat Jakal di sebelah barat Universitas Gajah Mada.

Dari sana lurus terus sampai ke taman kaliurang. Dari Taman kaliurang bisa berbelok ke kanan dan lurus terus hingga menemukan pertigaan tetap lurus dan saat sampai perempatan berbelok ke arah kanan.

Festival of Light Kaliurang direncanakan untuk diselenggarakan setiap tahun. Oleh karena itu untuk wisatawan yang ingin menyaksikan tahun ini bisa menyaksikan tahun depan tentunya dengan gebrakan gebrakan baru yang lebih meriah dan menghibur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

10 + 18 =