Home » News » Festival Layang-layang di Bali

Festival Layang-layang di Bali

Festival layang-layang di Bali merupakan salah satu ajang terpopuler di kalangan wisatawan. Momen tahunan ini termasuk dalam salah satu perayaan yang paling ditunggu.

Festival layang-layang di Bali digelar setiap tahunnya pada bulan Juli hingga Oktober, terutama pada saat awal musim berangin tiba.

Festival ini dilaksanakan dalam beberapa tanggal, tetapi acara puncaknya dilaksanakan di sepanjang pantai timur Padanggalak, bagian utara Sanur, Badung, Bali.

Festival layang-layang di Bali ini adalah salah satu even besar yang memiliki keunikan budaya tersendiri, sama halnya seperti Festival Kesenian Bali.

Mengapa layang-layang? Apakah ada alasan tentang penggunaan layang-layang dibalik terselenggaranya festival ini?

Sejak jaman dahulu kala, masyarakat Bali telah mengenal permainan layang-layang. Hampir semua kalangan di Bali begitu menggemari permainan satu ini. Mulai dari anak-anak, tua, muda, laki-laki, hingga perempuan.

Tak hanya itu, beberapa tokoh agama Hindu berpendapat bahwa layang-layang memiliki makna relijius yang begitu dalam tentang persembahan kepada Dewa Rare Anggon.

Masyarakat Hindu percaya bahwa Dewa Rare Anggon adalah pelindung areal persawahan para petani Bali, sehingga sawah mereka tidak terkena hawa wereng maupun burung pengganggu yang menyebabkan gagal panen.

Tentunya hal tersebut membuat festival layang-layang di Bali ini memiliki pesan keagamaan yang begitu kuat dan kental.

Awalnya, festival layang-layang di Bali ini mulai diselenggarakan pada tahun 1978. Banyak peserta yang ikut meramaikan mulai dari peserta negeri sendiri hingga peserta dari International Kite Flying Club.Jelang dimulainya festival layang-lagang di Bali ini, ribuan peserta dan penggemar layangan akan memadati arena dengan membawa layang-layang beragam bentuk, warna, dan ukuran.

Tak hanya layangan jenis kekinian, tentunya tak ketinggalan pula layangan jenis klasik dan tradisional turut meramaikan festival ini. Biasanya, layang-layang tradisional memiliki ukuran raksasa dengan panjang 10 meter dan lebar 4 meter yang sengaja dibuat dan diterbangkan dalam sebuah kompetisi khusus antar tim dari beberapa banjar.

Setiap tim terdiri dari 70 hingga 80 anggota yang bertugas sebagai pembawa bendera dan penerbang layang-layang. Masing-masing tim juga diwajibkan memiliki gamelan tradisional ala Bali yang akan dimainkan ketika festival dimulai dan layangan sudah terbang menghiasi langit biru.

Biasanya ada tiga jenis layangan tradisional yang diikutsertakan dalam festival layang-layang di Bali ini, diantaranya adalah Bebean layangan berbentuk ikan, Janggan layangan berbentuk burung, dan Pecukan layangan berbentuk daun.

Layang-layang Bebean merupakan jenis layang-layang terbesar. Sementara layang-layang Janggan biasanya memiliki ciri khas berupa kain menyerupai pita yang mempesona pada bagian ekornya dengan panjang mencapai lebih dari 200 meter.

Layang-layang tradisional ini juga memiliki warna yang khas dan unik, yakni warna hitam, merah, dan putih. Tak hanya itu, layang-layang khas Bali juga dilengkapi dengan instrumen suara berbentuk dari getaran pada tali busurnya yang disebut guwang. Getaran ini akan menghasilkan dengungan suara yang dapat didengar hingga jarak beberapa kilometer.

Bukan hanya layangan tradisional tentunya yang ada di festival layang-layang di Bali ini, tetapi juga ada layang-layang dengan bentuk 3D dan desain tertentu misalnya bentuk para Dewa Hindu, bentuk kendaraan bermotor, maskot hingga sponsor yang lebih dikenal dengan layangan kreasi baru.

Penilaian pada festival layang-layang di Bali ini tentunya tak hanya soal bentuk dan ukuran layangan itu sendiri, tetapi para juri juga akan melihat cara setiap tim bekerjasama beserta kecepatan waktu yang dibutuhkan untuk menerbangkan layangan tersebut.

Bukan hanya soal menerbangkan, tetapi layang-layang juga harus memiliki sisi aerodinamis sehingga bisa tetap kokoh di angkasa mengikuti arah angin.

Tim dengan bentuk layangan paling kreatif diimbangi dengan kerjasama tim yang paling solid dalam menerbangkan layangannya itulah yang akan keluar menjadi pemenang. Mereka berhak mendapatkan piala dan uang sebagai penghargaannya.

Masyarakat dan juga pemerintah tentunya menyambut positif festival layang-layang di Bali ini agar terus dilestarikan sebagai salah satu pendongkrak pariwisata Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Untuk itu, pemerintah pun sedang gencar-gencarnya melakukan promosi melalui media dan jejaring sosial terkait festival layang-layang di Bali ini agar banyak peserta dari mancanegara yang turut berpartisipasi.

Festival ini juga merupakan salah satu kunci penarik para wisatawan karena kreativitas bermain layang-layang itu cukup menarik untuk dilakukan oleh siapa saja, termasuk wisatawan asing.

Festival layang-layang di Bali ini sukses menyedot perhatian ribuan turis yang sedang liburan ke Bali, karena waktu penyelenggaraannya tepat di bulan Juli. Tepat di saat peak season, alias ketika Bali sedang ramai-ramainya diserbu oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Festival ini juga bertepatan dengan momen libur Lebaran bagi umat Muslim dan libur sekolah, sehingga arena pun dipadati oleh turis yang penasaran dengan keindahan festival layang-layang di Bali ini.

Tentunya, hal ini dapat memberikan pengaruh dan dampak positif dalam bidang pariwisata bagi Indonesia di mata dunia. Dapat dipastikan, bahwa setiap wisatawan yang datang ke acara festival layang-layang di Bali ini akan terpesona dan sulit untuk melupakan kenangan ketika menapakkan jejak di Pulau Sang Dewata sehingga mereka pun akan kembali lagi ke Bali.

Berikut jadwal pelaksanaan kompetisi dan festival layang-layang di Bali yang diselenggarakan oleh Asosiasi Layang-layang Bali atau disebut dengan Pelangi (Persatuan Layang-Layang Bali) :

Festival Layang – Layang Bali

Pada tanggal 03-05 Juli, berlokasi di Pantai Padanggalak, Sanur, Badung.

Kompetisi Layang – Layang Gianyar

Pada tanggal 31 Juli-2 Agustus (tentatif 8-9 Agustus), berlokasi di Pantai Padanggalak, Sanur, Badung.

Kompetisi Layang – Layang Denpasar

Pada tanggal 07-09 Agustus, berlokasi di Pantai Padanggalak, Sanur, Badung.

Kompetisi Layang – Layang Biaung

Pada tanggal 14-15 Agustus, berlokasi di Pantai Padanggalak, Sanur, Badung.

Kompetisi Layang – Layang Tanjung

Pada tanggal 21-23 Agustus, berlokasi di Pantai Mertasari, Sanur.

Kompetisi dan Festival Layang – Layang Sanur Village

Pada tanggal 28-30 Agustus, berlokasi di Pantai Mertasari, Sanur.

Kompetisi Layang – Layang Penatih

Pada tanggal 4-6 September, berlokasi di Penatih, Denpasar.

Kompetisi Layang – Layang Ungasan

Pada tanggal 11-13 September, berlokasi di Ungasan, Bukit Peninsula.

Kompetisi Layang – Layang Tabanan

Pada tanggal 18-20 September, berlokasi di Tabanan.

Kompetisi Layang – Layang Belega

Pada tanggal 18-20 September, berlokasi di Belega, Gianyar.

Kompetisi Layang – Layang Bekul

Pada tangg 2-4 Oktober, berlokasi di Pantai Padanggalak, Sanur, Badung.

Kompetisi Layang – Layang Kukuh

Pada tanggal 16-18 Oktober, berlokasi di Marga, Tabanan.

Festival Layang – Layang Internasional Bali

Pada tanggal 23-25 Oktober, berlokasi di Pantai Padanggalak, Sanur, Badung.

Masih ada beberapa festival layang-layang di Bali yang akan diselenggarakan pada bulan ini hingga bulan Oktober mendatang. Jadi, Anda masih memiliki kesempatan untuk menjadi salah satu saksi keindahan festival layang-layang di Bali ini. Tunggu apalagi, segera rencanakan perjalanan Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

19 − twelve =